Menyambut malam Idulfitri 1444 Hijriah, masyarakat kelurahan Gisikdrono Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah memadati jalan. Kemeriahan takbir keliling menghadirkan lampion unik, kembang api, kostum peserta, dan lainnya. Tradisi yang kembali digelar setelah pandemi Covid-19 itu mengundang perhatian masyarakat berdatangan.

Turut hadir Lurah Gisikdrono Priyatna, SH dengan didampingi Ketua TP PKK Kelurahan beserta Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Kemeriahan acara malam takbir sudah terlihat sejak Jumat (21/04) pukul 19.00 WIB. Lantunan takbir terus berkumandang mengiringi tradisi kirab malam takbir. Kegiatan gebyar takbir keliling merupakan rutin yang biasa digelar masyarakat RW 13 Kampung Seni Budaya. Mengingat kembali digelar setelah pandemi, antusias pun cukup tinggi dengan setiap perwakilan menunjukkan kreasinya.
Gebyar malam takbir ini tidak ada penilaian, masyarakat bebas membuat kreativitasnya. Seluruh karya mereka merupakan dari dana masing-masing peserta untuk memeriahkan malam takbir.

"Malam takbiran adalah momen yang paling dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia dalam menyambut hari raya Idul Fitri. Pada malam ini, terdapat kemeriahan dan semangat yang sangat tinggi di antara masyarakat, penting bagi kita untuk mempertahankan makna kemeriahan takbiran sebagai warisan budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita," ungkap Lurah Gisikdrono.
"Takbiran pada malam Idul Fitri memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Islam, yakni ungkapan syukur dan kegembiraan atas keberhasilan menyelesaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan," tambahnya.