Wali Kota Semarang, Jawa Tengah, Hendrar Prihadi menargetkan bahwa mulai 2019, wilayahnya bebas dari kumuh. Satu di antara cara mencapai target itu adalah dengan membentuk kampung tematik di setiap kelurahan.
Kampung Tematik merupakan satu di antara inovasi Pemerintah Kota Semarang untuk mengatasi permasalahan pemenuhan kebutuhan dasar. Utamanya pada peningkatan kualitas lingkungan rumah tinggal warga miskin dan prasarana dasar permukiman.
Melestarikan budaya dapat dilakukan dengan banyak cara. Seperti halnya di wilayah RW13 Gisikdrono yang dicanangkan menjadi Kampung Tematik Budaya dan Seni.

Acara dilaksanakan di balai RT 3 RW13 dihadiri langsung oleh Bapak Riyanto selaku Lurah Gisikdrono, beserta perangkat Kelurahan, Babhinkamtibmas, LPMK, Tokoh Masyarakat dan Warga Masyarakat.
"Semoga kedepannya dengan adanya kampung Budaya dan Seni kita bisa berkontribusi, mempelajari dan melestarikan budaya jawa bersama, serta dapat meningkatkan kesejahteraan warga dan dapat dijadikan Destinasi Wisata Budaya dan Seni di Kota Semarang" Lurah Gisikdrono.
Mayoritas warga RW13 memang menggeluti dunia budaya dan seni, seperti Tarian Jawa, Kuda Lumping dan Barongsai. Uniknya masing-masing RT mempunyai keahlian budaya dan seni. Bapak Supangat selaku Ketua RW13 "Kita sangat senang dan menyambut baik dengan dicanangkannya RW13 sebagai kampung tematik Budaya dan Seni, semoga dapat bermanfaat meningkatkan kesejahteraan warga dan yang terpenting kita bisa melestarikan budaya jawa".
