Pemerintah Kota Semarang terus mendorong kemajuan wilayahnya melalui program Kampung Tematik yang inovatif. Pada hari Rabu, 17 Juni 2026, tim Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang turun langsung ke lapangan untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sejak tahun 2016 hingga 2024.
Lurah Gisikdrono, Sandy Inderawan, S.STP, MM, bersama Ketua RW 13, menyambut hangat kehadiran para petugas. Mereka secara langsung mendampingi rombongan Bappeda selama seluruh rangkaian kegiatan monitoring berlangsung. Sinergi antara perangkat kelurahan dan warga terlihat sangat erat dalam menyukseskan agenda penilaian ini.
Dalam agenda kunjungan lapangan kali ini, tim Bappeda menyoroti secara khusus perkembangan Kampung Seni dan Budaya yang berlokasi di wilayah RW 13 Kelurahan Gisikdrono.
Lurah Sandy Inderawan menjelaskan kepada tim evaluasi bahwa partisipasi aktif masyarakat selalu menjadi motor penggerak utama dalam menghidupkan suasana kampung tematik ini setiap harinya. Masyarakat tidak sekadar melestarikan tradisi warisan leluhur, namun mereka juga terus berinovasi untuk menciptakan ruang kreatif yang produktif dan menarik.

Rombongan Bappeda membawa misi utama untuk memastikan keberlanjutan program pemberdayaan ini di masa depan. Mereka mengamati dan menilai secara cermat sejauh mana warga memaksimalkan fasilitas publik yang tersedia di lingkungan tersebut.
Selama berkeliling, para petugas Bappeda berinteraksi langsung dengan para pegiat seni setempat. Mereka mendengarkan aspirasi warga sekaligus mengamati langsung proses kreatif yang masyarakat jalankan. Pemerintah Kota Semarang sangat berharap optimalisasi fasilitas lingkungan ini mampu mendongkrak perekonomian mikro warga melalui berbagai kegiatan berbasis kearifan lokal.
Keberadaan Kampung Seni dan Budaya RW 13 sukses memperkuat identitas lingkungan Kelurahan Gisikdrono dengan sangat baik. Sandy Inderawan kembali menegaskan bahwa inisiatif kreatif ini berhasil memberdayakan warga dari berbagai rentang usia tanpa terkecuali. Generasi muda kini memiliki wadah positif untuk menyalurkan bakat seni mereka, sementara para tokoh masyarakat berperan aktif mengajarkan nilai-nilai budaya luhur.
Pada akhir kunjungan evaluasi tersebut, tim Bappeda memberikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan kekompakan warga RW 13 Gisikdrono. Pihak Bappeda berkomitmen untuk menyerap seluruh hasil monitoring ini sebagai bahan evaluasi strategis. Langkah ini bertujuan untuk mendukung kemajuan seluruh kampung tematik agar terus berkembang secara berkelanjutan di Kota Semarang.