Semarang, 20 Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Periode I Universitas Diponegoro Tim 35 menggelar kegiatan Sosialisasi Sekolah Siaga Bencana di SD Negeri Gisikdrono 01 dengan mengusung tema Kelurahan Tangguh Bencana. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran dan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini, khususnya dalam menghadapi potensi banjir dan tanah longsor di lingkungan perkotaan.
Sosialisasi dilaksanakan secara edukatif dan interaktif melalui penyampaian materi dasar kebencanaan yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar. Mahasiswa KKN-T Tim 35 memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis bencana, faktor penyebab terjadinya banjir dan tanah longsor, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi evakuasi darurat, sehingga siswa dapat mempraktikkan secara langsung cara menyelamatkan diri, bersikap tenang, dan mengikuti jalur evakuasi dengan tertib ketika menghadapi kondisi darurat.
Kepala SDN Gisikdrono 01, Ibu Dwi Farisa Damayanti, S.Pd.SD, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi siswa. “Edukasi kebencanaan seperti ini sangat penting untuk membekali anak-anak dengan pengetahuan dan kesiapan mental agar tidak panik serta mampu mengambil tindakan yang tepat saat bencana terjadi,” ujarnya.
Sebagai luaran kegiatan, mahasiswa KKN-T Tim 35 UNDIP juga menghasilkan poster kesiapsiagaan bencana yang ditempatkan di lingkungan sekolah. Poster tersebut berisi panduan visual langkah-langkah aman menghadapi banjir dan tanah longsor, sehingga dapat menjadi media pengingat berkelanjutan bagi siswa dan tenaga pendidik, sekaligus mendukung terwujudnya Kelurahan Gisikdrono sebagai kelurahan yang tangguh terhadap bencana.
Kegiatan Sosialisasi Sekolah Siaga Bencana ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-T Periode I Tim 35 UNDIP yang terdiri dari Ainaia Safanissa Setiawan, Ajriya Alfarizzy Wicaksana, Arynda Diffa Nugraha, Fathan Hugo Abvarsya Wijanarko, Nadya Fatkhey Jannah, Putri Rahma Widya Pangestika H, Shinta Wahyu Hapsari, Sola Gratia Amfiktioni Pasaribu, dan Taufik Candra Firmansya. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesiapsiagaan siswa dan lingkungan sekolah dapat menjadi fondasi awal dalam membangun masyarakat yang sadar dan tangguh bencana.