Senin s.d Kamis 08.00 s.d 16.00 WIB, Jumat 07.30 s.d 14.00 WIB Jl. Pamularsih 88 - Semarang, 50149
Website Resmi

Kelurahan Gisikdrono

Semarang Barat — Kota Semarang

Logo Kota Semarang Logo Jawa Tengah
Berita

Keunikan Langgar Tugel Di Kantor Kelurahan Gisikdrono

Keunikan Langgar Tugel Di Kantor Kelurahan Gisikdrono

Langgar dengan bentuk bangunan hanya separo ini di beri nama langgar Setugel Gisikdrono. Langgar atau tempat ibadah untuk umat muslim ini berada di depan kelurahan Gisikdrono, Semarang.

Langgar Setugel ini di bangun dengan Desain jawa, seperti langgar yang ada di tengah Desa pada umumnya. Namun uniknya, bentuk bangunannya tidak utuh atau hanya separo saja, sementara separo lagi akan dibangun di lokasi lain yang jaraknya sekitar 3 km dari kelurahan Gisikdrono.

Lokasi langgar separonya rencananya akan dibangun di kampung wisata seni budaya Jatisari, Gisikdrono, Semarang yang kini sementara masih berupa miniatur langgar separo.

Langgar Setugel Gisikdrono Semarang ini dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh masyarakat jaman dulu Mbah Sabar Drono, pendiri kampung Gisikdrono.

Langgar Setugel ini juga diharapkan bisa mendongkrak kawasan RW XIII kampung Jatisari Gisikdrono sebagai destinasi lokasi wisata baru di Semarang.

Layaknya tempat ibadah pada umumnya, langgar Setugel ini diperuntukan untuk umum, masyarakat luas bisa memanfaatkan langgar ini untuk sholat.

 <object data="https://www.youtube.com/v/ePBp9o1O4zI&modestbranding=1" type="application/x-shockwave-flash" width="640" height="385"></object>

 
Pemerintah Kota Semarang meresmikan Langgar Tugel Mbah Kiai Sabar Drono yang berlokasi di Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Langgar atau Mushola Tugel dibangun tanpa dana APBD atau hanya dengan dana swadaya masyarakat, dan siap menjadi wisata religi baru di Kota Semarang.
 
Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meresmikan Langgar Tugel yang memiliki luas 5 x 6 meter persegi ini. Hevearita Gunaryanti Rahayu atau akrab disapa mbak Ita, mengapresiasi warga Gisikdrono yang dengan sukarela mengumpulkan dana untuk membangun Langgar Tugel. Langgar ini tidak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah saja, namun juga dijadikan satu destinasi wisata baru di Kelurahan Gisikdrono.
 
Diharapkan, semua kelurahan yang ada di Kota Semarang bisa mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh warga Gisikdrono, terutama dari segi gotong royong. Keberadaan Langgar Tugel sebagai tempat wisata religi baru di Kota Semarang ini juga diharapkan berdampak pada peningkatan perekonomian warga. Seperti diketahui, Langgar Tugel ini dibangun dengan desain jawa seperti langgar yang ada di tengah desa pada umumnya.
 
Namun uniknya, bentuk bangunannya tidak utuh atau hanya separuh saja. Sementara separuhnya lagi akan dibangun di lokasi lain yang jaraknya sekitar 3 kilometer dari Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Layaknya tempat ibadah pada umumnya, Langgar Tugel ini diperuntukkan untuk umum. Masyarakat luas bisa memanfaatkan langgar ini untuk shalat.
 
<object data="https://www.youtube.com/v/rdoVlILfOlo&modestbranding=1" type="application/x-shockwave-flash" width="640" height="385"></object>