Semarak Final Lomba Nasi Goreng Khas Mbak Ita bertempat di Lapangan Pancasila Simpang Lima Kota Semarang. Acara berjalan meriah dengan diikuti oleh 177 Kelurahan Se-Kota Semarang. Pada kesempatan yang sama dilaksanakan pula lomba yel-yel serta tersedia Nasi Goreng Gratis dan stand UMKM. Dihadiri oleh Ketua DPR RI Ibu. Dr. Puan Maharani, S.Sos didampingi oleh Walikota Semarang Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.Sos, Ketua TP PKK Kota Semarang Bp. DR. Ir. H. Alwin Basri, MM, M.IKom serta Kepala LKPP Indonesia Dr. Hendrar Prihadi, S.E., M.M.
Lomba nasi goreng khas Mbak Ita sendiri memang diperuntukkan untuk turut memeriahkan HUT kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia. Tetapi lebih dari itu, Mbak Ita juga ingin mengkampanyekan tentang hidup sehat, gizi seimbang, pencegahan stunting, ketahanan pangan dan urban farming sebagai salah satu fokus dari pemerintahannya.

Lebih lanjut Kelurahan Gisikdrono yang diwakili oleh RT. 10 RW. 11 sebelumnya sukses meraih Juara tingkat Kelurahan dengan begitu otomatis menjadi wakil Kelurahan di babak final. Selanjutnya pada babak final yang dilaksanakan hari ini sukses merebut Juara Umum Nasi Goreng Khas Mbak Ita tingkat Kota Semarang.
"Harapan kita semua, ibu-ibu ataupun perempuan ini bergerak dengan mulai senang lagi memasak. Dalam arti bukan masak-masak yang asal masak, tetapi ibu-ibu juga memperhitungkan nilai gizinya. Kalau kita bilang ini isi piringku, jadi ada karbohidrat, ada protein, ada vitamin dan sebagainya. Dan kita masak nasi goreng karena ini universal dan semua suka nasi goreng," tuturnya.
"Yang kedua ini keguyuban, saya dengar ibu-ibu yang tadinya gak kenal, gara-gara nasi goreng mereka jadi kenal. Sampai sekarang pun, meskipun kalah, mereka masih punya grup Whats App dan lain sebagainya," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi Pemerintah Kota Semarang yang sukses mengumpulkan ibu-ibu RT untuk peduli pada gizi yang seimbang. "Ini acara yang menurut saya sangat baik, saya apresiasi karena mengumpulkan ibu-ibu dari setiap RT dengan suasana gembira. Kemudian membuat masakan khas Indonesia dengan gizinya, ini contoh yang sangat baik dan saya apresiasi dari kota Semarang," ujar Mbak Puan, sapaan akrabnya.
Puan Maharani pun berharap kegiatan-kegiatan seperti lomba nasi goreng khas Mbak Ita bisa berlanjut dengan inovasi-inovasi baru lainnya. "Mungkin akan ada kegiatan-kegiatan seperti ini untuk bisa melakukan kegiatan bersama-sama di kota Semarang. Kita guyub, aman, dan adem ayem. Saya rasa masyarakatnya juga merasa bahagia," pungkasnya.